Posts

Cerita Kursus Bahasa Perancis di Institut Français d'Indonésie (IFI)

Image
(Memperkenalkan Orang Lain dalam Bahasa Perancis)
Salut! (ini semacam Hello).
Setelah sebelumnya aku bikin tulisan tentang Pengalaman Mendaftar Kursus Bahasa Perancis di Institut Français d'Indonésie (IFI), kali ini aku mau cerita tentang pengalaman lesnya.

Jadi, seperti yang sudah aku ceritakan di tulisan sebelumnya, aku ikut kelas ekstensif yang 4 jam per minggu. Ada 2 kali pertemuan per minggu @ 2 jam. Sekarang ini sudah 12 pertemuan (6 minggu).

Rangkuman Sosialisasi e-SPT

#Ada 3 jenis form: 1770: punya penghasilan di luar kantor.1770S: penghasilan hanya dari kantor, setahun > 60jt.1770SS: penghasilan hanya dari kantor, setahun < 60jt. #Kalo sudah menikah dan sama2 kerja, disarankan NPWP istri dihapus, ngikut kartu NPWP suami karena penghitungannya akan beda. Kecuali jika ada perjanjian pisah harta.

Pengalaman Mendaftar Kursus Bahasa Perancis di Institut Français d'Indonésie (IFI)

Image
Sudah lama gak nulis, kayaknya aku kehabisan kosa kata wkwkw.

Tulisan kali ini aku mau share sedikit informasi dan cerita tentang daftar les di IFI, eh lebih banyak curhatan dan nyampah sih hehe.

Apa itu IFI?
Menurut webnya, IFI adalah bagian dari Kedutaan Besar Perancis di Indonesia. IFI bertanggung jawab atas pelaksanaan kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang kebudayaan, pendidikan, linguistik, sains dan teknologi, pendidikan tinggi. IFI ini ada di beberapa tempat yaitu di Bali, Jakarta Thamrin, Jakarta Wijaya, Surabaya, Yogyakarta, AF Medan, dan AF Bali.

Jadi ceritanya, sekitar 5 tahun lalu aku ikut les Bahasa Jepang di UPT Bahasa dan Budaya ITS. Waktu itu simpel aja, aku belajar karena suka. Kalo ditanya emang buat apa? Emangnya mau ke Jepang? gak akan ada ilmu yang gak berguna, kan? Kalau kelihatannya gak berguna hari ini, bisa aja berguna suatu hari nanti.

Alhamdulillah, hasil les Bahasa Jepang akhirnaya berguna setelah 5 tahun kemudian :)

Habis itu, muncul pikiran, w…

Dia

Dia..
Tulus senyumnya Hangat tawanya Teduh suaranya

Dia.. Baik sikapnya Santun perangainya Sabar hatinya

Men Are From Mars, Women Are From Venus

Image
Gak ada ide buat bikin resensi 😁 Jadi aku tulis saja kutipan terpilih dari masing-masing bab di buku ini.
Judul: Men Are From Mars, Women Are From Venus Penulis: John Gray, Ph.D Kesan: Banyak hal yang baru aku tahu dari buku ini. Kadang senyum-senyum sendiri bacanya karena contoh-contoh kasus yang diceritakan di sini seringnya bener 😂
Bab 1. Kaum pria secara keliru mengharapkan kaum wanita untuk berpikir, berkomunikasi, dan bereaksi seperti pria; kaum wanita pun secara keliru mengharapkan kaum pria untuk merasa, berkomunikasi, dan menanggapi seperti wanita. Kita lupa bahwa pria dan wanita sewajarnya berbeda.

Bahasa Jepang Dasar Versi 1.0

Image
Akhirnya selesai juga buku ini.
Berawal dari tulisan-tulisan yang sebetulnya adalah post materi belajar Bahasa Jepang yang pernah saya unggah di blog dan catatan Facebook saya sejak Mei 2013 sampai dengan September 2014.
Kemudian atas usul sahabat saya Niswatus Syuyukhoh untuk mengumpulkan materi-materi tersebut menjadi semacam buku, maka saya coba untuk melakukan penataan/editorial ulang dan beberapa perubahan. Jadilah sebuah buku dengan 60 halaman termasuk halaman sampul.
Bagi yang ingin mengunduh, monggo klik di siniatau menggunakan QR code di bawah: NB: Kalau suatu hari tautan di atas sudah tidak aktif lagi monggo disampaikan di komentar, akan saya perbarui kala sempat.
Semoga bermanfaat.

--karena hidup untuk bermanfaat--

Jakarta, 29 Agustus 2017.

Mbolang Singapura dan Malaysia (Pengalaman Jalan-Jalan ke Singapura dan Johor Bahru)

Image
Sebenernya ini perjalanan yang sudah lama (tapi belum setahun sih) dan karena sudah ada draft-nya, jadi ya gapapa lah tinggal dikecapin dikit lalu di-post. Oh ya tulisan ini tidak disponsori oleh pihak manapun. Jika ada penyebutan merek, itu murni berbagi informasi saja. Semoga cerita tentang pengalaman mbolang ke Singapura dan Johor Bahru ini bermanfaat :) (Yeeey, berangkat......!)

Gondola Ancol (Pengalaman Pertama Naik Gondola Ancol)

Image
Di suatu hari yang cerah di dunia Teletubbies, Sabtu, 12 Maret 2016.
Seperti yang sudah aku sebutkan di tulisan sebelumnya yaitu Pengalaman Pertama ke Pantai Ancol bahwa aku (atau kami?) sudah punya rencana naik gondola dengan kawan-kawan di Tangerang dari jauh-jauh hari sebelumnya. Yang namanya gondola ini bisa juga disebut kereta gantung atau kalau di negara sebelah dikenal dengan cable car.
Berawal dari promo voucher di salah satu e-commerce, kami merencanakan beramai-ramai ke sana. Pesan voucher bareng-bareng yang waktu itu 1 akun bisa membeli maksimal 5 voucher (1 voucher = 1 tiket). Lumayan kan, harga normal tiket untuk akhir pekan Rp 60 ribu, tapi dengan voucher maka hanya membayar Rp 35 ribu.. hehe mental mahasiswa.

Pantai Ancol (Pengalaman Pertama ke Pantai Ancol)

Image
Masih tulisan tentang pengalaman lama. Kali ini pengalaman pertama pergi ke Ancol. Sabtu 5 Maret 2016.
Aku ke sana dengan Mbak Normi, kawan di kos yang pernah aku ceritakan di Pengalaman ke Planetarium Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM). Tanpa rencana sebelumnya, tiba-tiba pada hari itu tercetus saja ide ke sana ketika sama-sama ada waktu luang. Kami berangkat siang hari naik busway dari halte Salemba Carolus sampai halte Ancol, tanpa transit. Perjalanan lancar kira-kira 45 menit, tapi kalau macet bisa sampai 2 jam.
Setiba di halte Ancol, kami mengikuti orang-orang naik ke atas untuk menuju pintu masuk. Di sana membeli tiket masuk seharga Rp 25.000 per orang, itu sudah termasuk naik bus wara-wiri (angkutan bus mini gratis di dalam area Ancol) sepuasnya. Penampakan busnya gak sempat ngefoto, google aja ya, hehe.

Planetarium Jakarta, TIM (Pengalaman ke Planetarium Jakarta di Taman Ismail Marzuki)

Image
Pengalaman lama, tapi ingin kutuliskan. Jumat, 19 Februari 2016
Planetarium Jakarta berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. 1 kilometer dari Stasiun Cikini atau 950 meter dari Stasiun Gondangdia (kata google map sih, aku sendiri belum pernah ngukur).
Aku ke sana bersama Mbak Normiyana, kawan baru dan sementara satu kos. Kenapa sementara? Mbak Normi adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mbak Normi sudah berkeluarga dan punya seorang putra. Mbak Normi dikirim oleh rumah sakitnya untuk mengikuti pelatihan selama hampir 3 bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), letaknya bersebelahan dengan UI Salemba. Jadi, Mbak Normi hanya sementara berada di Jakarta.